Rahasia Pura Uluwatu: Perspektif Siwa-Siddhanta & Jejak Dang Hyang Nirartha Di ujung selatan Pulau Bali, pada tebing karang yang menjulang tegak menghadap samudra tak berbatas, berdirilah Pura Uluwatu. Bagi banyak orang, ia adalah destinasi wisata kelas dunia. Namun bagi pencari batin, Uluwatu adalah penanda batas antara kesadaran manusia dan kemahaluasan alam. Di tempat inilah angin, laut, dan langit seakan bersepakat menjaga sebuah rahasia tua yang diwariskan oleh zaman. Dharmayatra dan Titik Sunyi Dang Hyang Nirartha Uluwatu tidak dapat dilepaskan dari perjalanan suci Dang Hyang Nirartha, Sang Resi Agung yang dalam tradisi Bali dikenal pula sebagai Ida Batara Sakti Wawu Rauh. Kedatangan beliau ke Bali pada abad ke-16 bukanlah perjalanan biasa, melainkan Dharmayatra: sebuah ziarah spiritual untuk menata kembali harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Dikisahkan, di tebing karang yang berhadapan langsung dengan kekuatan samudra inilah beliau merasakan bahwa perjal...
Membaca Jejak Tuhan dalam Diri: Sebuah Refleksi Mewujud Oleh : Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba Pernahkah kita terdiam sejenak di hadapan sebongkah batu karang yang sunyi, atau menatap mata seorang manusia dengan penuh kesadaran, lalu bertanya dalam batin: Di manakah sesungguhnya batas antara aku, alam, dan Tuhan? Selama ini, kita kerap mewarisi gambaran Tuhan sebagai Pencipta yang jauh—seolah-olah Beliau berada di luar jagat raya, membuat dunia dari kejauhan, lalu membiarkannya berjalan sendiri. Ibarat seorang perajin yang membentuk bokor: setelah selesai dikerjakan, lalu dilepaskan begitu saja. Namun, kebijaksanaan luhur kita dalam Tattwa Jnana mengajarkan sesuatu yang jauh lebih mendalam: Tuhan tidak mencipta dengan jarak; Beliau mewujud dengan kehadiran. Sang Hyang Widhi tidak berdiri di luar alam semesta—Beliau meresapi, menjiwai, dan menjadi semesta itu sendiri. Antara Wujud dan Sejati Bayangkan sebuah patung yang diukir indah. Bagi mata awam, itu adalah Garuda. N...