REKONSTRUKSI MAKNA NYEPI DAN TITIK NOL KALENDER SAKA BALI Menempatkan Kembali Tilem Kesanga sebagai Pusat Keselarasan Kosmis Oleh : Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba I. Pendahuluan: Ketika Tradisi Perlu Bercermin Kalender Bali bukan sekadar sistem penanggalan, melainkan cara manusia membaca kehendak semesta. Ia lahir dari wariga—ilmu yang tidak berdiri di atas asumsi, tetapi pada pengamatan terhadap gerak kosmis. Namun, ketika praktik yang berjalan mulai menunjukkan ketidakselarasan dengan fenomena alam, maka evaluasi bukanlah bentuk penolakan terhadap tradisi, melainkan wujud bakti untuk meluruskan kembali arah. Dalam konteks inilah, dua hal mendasar perlu dikaji ulang secara bersamaan: Penempatan Hari Raya Nyepi Sistem Panglantaka yang digunakan (Eka Sungsang Ke Paing) II. Sasih Kesanga sebagai Titik Penutup Siklus Sasih Kesanga adalah fase akhir. Ia adalah ruang pelepasan, pemurnian, dan pengembalian seluruh unsur Panca Maha Bhuta ke asalnya. ...
Mengapa Tubuh Tak Mau Dengar Otak? Rahasia Membangun "Jalan Tol" Kedamaian dalam 3 Hari Oleh: Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba Pernahkah Anda merasa seperti sedang berperang dengan diri sendiri? Di satu sisi, otak logis Anda berkata, "Tenang, semua aman." Namun di sisi lain, tubuh Anda gemetar, keringat dingin, dan jantung berdegup kencang seolah sedang dikejar harimau di tengah hutan. Mengapa terjadi "putus koneksi" antara apa yang kita ketahui (logika) dan apa yang kita rasakan (fisik)? 1. Kapten Kecil dan Kapal Raksasa Sigmund Freud pernah mengibaratkan pikiran kita seperti gunung es. Pikiran sadar (logika) hanyalah secuil bagian di permukaan (12%), sementara alam bawah sadar adalah bongkahan raksasa di bawahnya (88%). Bayangkan pikiran sadar adalah seorang Kapten kecil, dan alam bawah sadar adalah kapal tanker raksasanya. Jika si Kapten teriak "belok kiri", tapi kapal raksasa ini memiliki trauma masa lalu atau naluri ber...