Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Dikotomi Fakta dan Nilai: Membedah Realitas Astronomi Tilem Kesanga 2026

​ Dikotomi Fakta dan Nilai: Membedah Realitas Astronomi Tilem Kesanga 2026 ​ Oleh: Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba ​Dalam sebuah ruang kelas matematika, tidak pernah ada guru yang bertanya, "Anak-anak, ayo jawab dengan jujur, berapa lima tambah lima?" Pertanyaan itu terdengar konyol karena dalam sains dan logika, 5 + 5 = 10 bukan karena kita bersikap jujur, melainkan karena itu adalah faktual. Sains tidak butuh kejujuran moral; ia hanya butuh kebenaran objektif. Itulah sifat sains: ia apa adanya. ​ Sains Adalah Amoral: Dunia Tanpa Penghakiman ​Sains, pada intinya, adalah upaya manusia untuk memotret realitas tanpa melibatkan perasaan. Alam semesta bekerja berdasarkan hukum sebab-akibat atau konsekuensi, bukan berdasarkan norma "baik" atau "buruk". ​Ambil contoh harimau yang memangsa kambing. Secara sains, yang terjadi hanyalah transfer energi biologis demi kelangsungan hidup. Tidak ada yang "jahat" dalam kejadian itu. Harimau tid...