Langsung ke konten utama

Postingan Populer

Pediksan di desa Karangsuwung Tembuku Bangli

U

Tirtayatra PHDI KAB BANGLI. Madura, Kenjeran Bromao

Piodalan di Pura Pesraman Dharmawasita Capung Mas Ubud Gianyar Bali

Paruman Mawosang Karya Ring Pelinggih Ida Betara Siwa Budha Pesaraman Dharmawasita Mas Ubud

Dharama Santhi Dharmopadesa di Pesraman Dharma wasita Mas Ubud

MENGAPA KITA BERHENTI SAAT SEMESTA MENYALA?

Mengembalikan Detik Nol: Nyepi dalam Presisi Sastra dan Kosmologi ​ Oleh: Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba ​Dalam keheningan malam-malam Bali, pernahkah kita merenung: mengapa Nyepi harus ada? Ia bukan sekadar tradisi tanpa alasan, bukan pula sekadar jeda dari hiruk-pikuk dunia. Nyepi adalah sebuah peristiwa kosmis, sebuah upaya manusia Bali untuk menyelaraskan napasnya dengan detak jantung alam semesta. Namun, untuk mencapai penyelarasan itu, kita membutuhkan satu hal: Presisi Waktu. ​Caru dan Nyepi: Antara Proses dan Titik Hening ​Sering kali kita terjebak dalam multitafsir yang mencampuradukkan antara ritual Tawur (Caru) dan Brata Penyepian . Dalam nalar sastra yang saya warisi, kedua hal ini bekerja pada fase yang berbeda. Lontar Sundarigama menyebutkan sebuah kunci: ​ “Mwah ri tekaning Tilĕming Kasangha, tĕka wĕnang wong ing madhya ginawe tawur, mwang Nyĕpi sadintĕn.” ​Mari kita bedah secara jernih. Ritual Caru atau Tawur bekerja pada fase "Tekaning Tilem...

MEMBACA ULANG PANGLANTALA KALENDER BALI

MEMBACA ULANG PANGLANTALA KALENDER BALI: DARI EKA SUNSANG KE PAING MENUJU EKA SUNSANG KE UMANIS ​ Oleh: Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba ​Kalender Bali adalah hasil refleksi panjang leluhur dalam membaca gerak kosmos. Ia tidak sekadar menghitung hari, tetapi menata ritme spiritual dan kehidupan umat berdasarkan peredaran matahari, bumi, dan bulan. Meski sakral, kalender ini bersifat hidup dan memerlukan penyelarasan ketika perhitungan tradisional mulai bergeser dari realitas astronomis. ​Panglantala adalah inti dari koreksi hari dalam kalender Bali. Selama ini, pola Eka Sungsang ke Paing digunakan untuk menentukan Tilem. Namun jika dibandingkan dengan fase new moon astronomi, terlihat selisih satu hari pada banyak tahun. Analisis satu putaran penuh 19 tahun (2013–2031) menunjukkan bahwa pola lama hanya mencapai akurasi sekitar 45%. ​Solusi yang tepat adalah pemajuan sistem Panglantala dari Eka Sungsang ke Paing menuju Eka Sungsang ke Umanis . Pergeseran ini menjaga agar ...