Mata: Gerbang Cahaya, Gerbang Keinginan Ketika seorang bayi lahir, salah satu keajaiban pertama yang perlahan terjadi adalah matanya mulai membuka diri terhadap dunia. Mula-mula ia hanya melihat cahaya. Kemudian warna. Lalu bentuk. Wajah ibunya menjadi pemandangan pertama yang mulai dikenalnya. Dari situlah perlahan ia belajar bahwa dunia ini ada, bahwa kehidupan sedang menyambut kedatangannya. Sejak saat itu, mata menjadi sahabat yang tidak pernah berhenti bekerja. Ketika kita terjaga, mata hampir tidak pernah beristirahat. Ia melihat langit yang membiru. Ia menikmati hijaunya dedaunan. Ia membaca huruf demi huruf. Ia mengenali wajah-wajah yang dicintai. Ia juga menyaksikan air mata, perpisahan, dan kematian. Begitu banyak pengalaman hidup memasuki hati melalui sepasang mata yang kecil ini. Namun, para leluhur Bali mengajarkan bahwa mata tidak hanya berfungsi untuk melihat. Mata adalah gerbang kesadaran . Apa yang dilihat oleh mata perlahan menjad...
catatan Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba, Giriya Kawan Apuan Bangli