Refleksi Kesadaran: Menelusuri Jejak Jiwa Melalui Hipotesis Kuantum dan Ritme Kosmik 2026 Oleh: Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba "Sains dan spiritualitas bertemu bukan dalam klaim fisik yang kaku, melainkan dalam korespondensi makna." Pendahuluan Pertanyaan mengenai hakikat kematian selalu menjadi misteri terbesar manusia. Dalam perspektif spiritual, kematian sering dipahami sebagai perubahan keadaan kesadaran, sementara sains modern mulai membuka kemungkinan bahwa kesadaran tidak sepenuhnya tereduksi hanya pada mekanisme biologis semata. Salah satu pemikiran yang menjembatani kedua dunia ini adalah hipotesis Orch-OR ( Orchestrated Objective Reduction ). Mikrotubulus: Antena Metaforis Kesadaran Hipotesis Orch-OR, yang dikembangkan oleh fisikawan Roger Penrose bersama ahli anestesi Stuart Hameroff , mengusulkan bahwa kesadaran mungkin melibatkan proses kuantum di dalam mikrotubulus —struktur penyangga di dalam neuron sel otak. Meskipun hal...
Menjaga Poros Semesta: Urgensi Sinkronisasi Tilem Kesanga 2026 Oleh: Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba Bali saat ini tidak sekadar menghadapi krisis ekologis, melainkan sebuah krisis sinkronisasi . Ketika manusia tidak lagi membaca langit secara presisi, maka keputusan ritual kehilangan titik acuannya. Jika dahulu alam menghadirkan letusan yang memberi kehidupan, hari ini alam justru memantulkan residu peradaban kita sendiri. Ketidakharmonisan ini adalah gejala deviasi antara sistem penanggalan manusia dan realitas astronomi. I. Tilem dalam Perspektif Astronomi: Konjungsi Geosentris Dalam astronomi, fase bulan mati ( new moon ) ditentukan oleh konjungsi geosentris , yaitu momen ketika Matahari dan Bulan memiliki bujur ekliptika yang sama (elongasi 0°). Berdasarkan data aplikasi pemantau fase bulan ( Moon Phases ), terlihat jelas bahwa pada 18 Maret 2026 , Bulan masih menyisakan fase sabit tua ( waning crescent ). Konjungsi sempurna di mana Bulan benar-benar berada ...