Rekonstruksi Nyepi Menuju Titik Nol yang Sejati Oleh: Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba Spiritualitas adalah ilmu tentang ketepatan. Tanpa ketepatan waktu ( Kala ), ritual hanyalah gerakan tanpa makna. Saat ini, kita sedang melakukan anomali besar dalam pelaksanaan Nyepi. Kita sedang "mengerem di jalur cepat" dan "tancap gas di lampu merah spiritual". Mari kita bedah kontradiksi ini melalui analogi Rambu Lalu Lintas Semesta dengan menempatkan kembali prosesi pada tempat yang semestinya: 1. Panglong 14: Lampu Kuning (Pembersihan di Ambang Batas) Dalam manajemen energi Wariga , Panglong 14 sering dianggap fase yang "lelah" karena cahaya bulan hampir habis. Namun, jika kita merujuk pada filosofi Pralina (Peleburan) dalam Siwa Tattwa , inilah waktu yang paling tepat untuk Tawur Kesanga . Panglong 14 adalah Lampu Kuning kita—sebuah fase Purwani Tilem . Justru karena energinya sedang berada di titik terendah, inilah saat paling presisi...
catatan Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba, Giriya Kawan Apuan Bangli