Membaca Ulang Pengalantaka Kalender Bali: Transformasi dari Eka Sungsang ke Paing Menuju Eka Sungsang ke Pon
REKONSTRUKSI MAKNA NYEPI DAN TITIK NOL KALENDER SAKA BALI Menempatkan Kembali Tilem Kesanga sebagai Pusat Keselarasan Kosmis Oleh : Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba Kalender Bali sejatinya bukan sekadar alat penunjuk hari, melainkan sebuah cara halus manusia membaca irama semesta. Ia lahir dari wariga—sebuah ilmu yang tumbuh dari pengamatan, dari kesabaran menatap langit, dari upaya memahami keteraturan yang tidak kasat mata tetapi selalu bekerja dengan pasti. Namun setiap sistem, betapapun sakralnya, tetap perlu bercermin. Bukan untuk meruntuhkannya, melainkan untuk memastikan bahwa ia masih berjalan searah dengan hukum alam yang menjadi sumbernya. Ketika praktik yang berlangsung mulai menunjukkan pergeseran dari fenomena kosmis, maka evaluasi bukanlah bentuk penolakan terhadap tradisi. Ia justru adalah wujud bakti—usaha untuk mengembalikan sesuatu ke garis lurusnya. Di sinilah persoalan mendasar itu muncul. Penempatan Hari Raya Nyepi, yang selama ini diyakini sebagai titik...