Membaca Jejak Tuhan dalam Diri: Sebuah Refleksi Mewujud Oleh : Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba Pernahkah kita terdiam sejenak di hadapan sebongkah batu karang yang sunyi, atau menatap mata seorang manusia dengan penuh kesadaran, lalu bertanya dalam batin: Di manakah sesungguhnya batas antara aku, alam, dan Tuhan? Selama ini, kita kerap mewarisi gambaran Tuhan sebagai Pencipta yang jauh—seolah-olah Beliau berada di luar jagat raya, membuat dunia dari kejauhan, lalu membiarkannya berjalan sendiri. Ibarat seorang perajin yang membentuk bokor: setelah selesai dikerjakan, lalu dilepaskan begitu saja. Namun, kebijaksanaan luhur kita dalam Tattwa Jnana mengajarkan sesuatu yang jauh lebih mendalam: Tuhan tidak mencipta dengan jarak; Beliau mewujud dengan kehadiran. Sang Hyang Widhi tidak berdiri di luar alam semesta—Beliau meresapi, menjiwai, dan menjadi semesta itu sendiri. Antara Wujud dan Sejati Bayangkan sebuah patung yang diukir indah. Bagi mata awam, itu adalah Garuda. N...
catatan Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba, Giriya Kawan Apuan Bangli