Menemukan Nurani dalam Adat: Memuliakan Kemanusiaan di Ambang Kematian Oleh: Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba Kematian sejatinya bukan peristiwa yang mengotori kehidupan, melainkan bagian paling jujur dari kehidupan itu sendiri. Ketika seorang manusia mengembuskan napas terakhir, yang tersisa bukanlah cemar, melainkan sebuah raga yang telah menyelesaikan tugas baktinya di dunia. Namun, di tengah masyarakat kita, sering kali nurani berhadapan dengan tembok adat yang menegang. Seolah-olah kematian adalah sebuah "noda" yang harus segera dijauhkan agar kesucian sebuah ritual atau yadnya tidak terusik. Padahal, jika kita merenung dengan jernih, yadnya justru lahir untuk memuliakan kehidupan, bukan untuk menyingkirkan kemanusiaan. Kesetaraan dalam Pandangan Tat Twam Asi Sering terjadi ketimpangan rasa ketika kita memandang kematian. Di satu sisi, adat begitu keras menjaga jarak dengan jenazah manusia karena dianggap membawa kekotoran ( cemer ). Namun di si...
catatan Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba, Giriya Kawan Apuan Bangli