Banten: Jembatan Simbolik Antara Pikiran Manusia dan Tuhan dalam Hindu Bali Oleh : Ida bagus Ngurah Semara Manuaba 1. Manusia dan Keterbatasan Pikiran Pikiran manusia tidak dapat mengenali sesuatu yang sepenuhnya tanpa bentuk. Waktu menjadi nyata ketika kita melihat jarum jam atau kalender. Cinta terasa melalui pelukan, tatapan, atau pengorbanan. Keadilan dipahami lewat timbangan yang seimbang. Kebebasan terasa kuat ketika kita melihat gerbang terbuka. Begitu pula dengan Tuhan. Tanpa mantra, nama suci, arca, atau tempat suci, Ia mudah terjebak dalam abstraksi yang sulit dijangkau oleh pikiran. Bukan karena Tuhan terbatas pada bentuk, tetapi karena kitalah yang terbatas . Nama dan bentuk adalah jembatan , bukan belenggu. 2. Tuhan dalam Bentuk: Saguna Brahman Hindu mengenal konsep Saguna Brahman —Tuhan yang mengambil bentuk agar dapat dirasakan. Siwa, Vishnu, Durga, Ganesha bukan sekadar tokoh mitologis, melainkan wujud-wujud yang membantu pikiran manusia memusatkan bh...
catatan Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba, Giriya Kawan Apuan Bangli