Membaca Ulang Panglantala Kalender Bali: Transformasi dari Eka Sungsang ke Paing Menuju Eka Sungsang ke Umanis
REKONSTRUKSI MAKNA NYEPI DAN TITIK NOL KALENDER SAKA BALI Menempatkan Kembali Tilem Kesanga sebagai Pusat Keselarasan Kosmis Oleh : Ida Bagus Ngurah Semara Manuaba I. Pendahuluan: Ketika Tradisi Perlu Bercermin Kalender Bali bukan sekadar sistem penanggalan, melainkan cara manusia membaca kehendak semesta. Ia lahir dari wariga—ilmu yang tidak berdiri di atas asumsi, tetapi pada pengamatan terhadap gerak kosmis. Namun, ketika praktik yang berjalan mulai menunjukkan ketidakselarasan dengan fenomena alam, maka evaluasi bukanlah bentuk penolakan terhadap tradisi, melainkan wujud bakti untuk meluruskan kembali arah. Dalam konteks inilah, dua hal mendasar perlu dikaji ulang secara bersamaan: Penempatan Hari Raya Nyepi Sistem Panglantaka yang digunakan (Eka Sungsang Ke Paing) II. Sasih Kesanga sebagai Titik Penutup Siklus Sasih Kesanga adalah fase akhir. Ia adalah ruang pelepasan, pemurnian, dan pengembalian seluruh unsur Panca Maha Bhuta ke asalnya. ...